Artist: Ukays
Di pinggir lorong kota yang kemilau
Termanggulah seorang, oh musafir
Memerhati nafas-nafas manusia
Kelesuan, kepasrahan, kepenatan
Berbisiklah sang musafir sendirian
Oh, inikah dikatakan kemodenan?
Sedang kejahilan masih ada
Pada diri generasi berilmu,
bertamadun dan
ceria
Di lorong kota itu,
ada berbagai cerita
Tentang masyarakat
yang hilang punca
Mereka bermusuhan mencari apa
Nusa bangsa, ooh
Wacana hidupmu bagaikan nista
Di sebalik cahaya ada gelapnya
Moraliti, keilmuan, keimanan
Hanya bersaluti nama
Melindungi kesamaran
di mata
Mengapakah kau sanggup
Mendustai yang anarki?
Pandanglah pada alam
Yang semakin huru-hara
Di manakah perananmu
Untuk pertahankan bangsa agama
Yang semakin terbiar
keranamu?
Di lorong kota itu masih ada tetamu
Setiap siang dan malam
Urusan manusia maharajalela
Oh, serabutnya
Di lorong kota itu masih ada sendamu
Sedang bersyair merdu, terus menyusuri
Oh, fantasi ngeri sebelum nafas terhenti
Simpangan kota ini
Bangkitlah engkau dari
mimpi-mimpi
Di lorong kota itu,
ada berbagai cerita
Tentang masyarakat
yang hilang punca
Mereka bermusuhan mencari apa
Nusa bangsa, ooh
Di lorong kota itu masih ada tetamu
Setiap siang dan malam
Urusan manusia maharajalela
Oh, serabutnya
Di lorong kota itu masih ada sendamu
Sedang bersyair merdu, terus menyusuri
Oh, fantasi ngeri sebelum nafas terhenti
Simpangan kota ini
Bangkitlah engkau dari
mimpi-mimpi
Di lorong kota itu masih ada tetamu
Setiap siang dan malam
Urusan manusia maharajalela
Oh, serabutnya
Di lorong kota itu masih ada sendamu
Sedang bersyair merdu, terus menyusuri
Oh, fantasi ngeri sebelum nafas terhenti
Simpangan kota ini
Bangkitlah engkau dari
mimpi-mimpi

0 comments:
Post a Comment